KPR 2026 : Saat BI Rate Naik ke 5,5%, Ambil Rumah atau Tidak?

Kenaikan BI Rate menjadi 5,5% pada 2026 membuat banyak calon pembeli rumah mulai berhati-hati. Banyak orang bertanya, apakah sekarang masih waktu yang tepat mengambil KPR? Selain itu, sebagian orang juga khawatir cicilan rumah akan ikut naik.

Namun, kenaikan suku bunga tidak selalu berarti membeli rumah harus ditunda. Sebab, dampaknya bergantung pada jenis bunga KPR yang dipilih.

Jika Anda memilih KPR fixed rate, cicilan biasanya tetap selama masa promo berlangsung. Misalnya, bunga tetap berlaku selama tiga hingga lima tahun. Karena itu, kenaikan BI Rate belum tentu langsung memengaruhi pembayaran bulanan.

Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi saat masuk masa floating rate. Pada tahap ini, bunga mengikuti kebijakan bank dan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, cicilan bisa berubah sewaktu-waktu.

Saat ini, bunga floating KPR di beberapa bank diperkirakan berada di kisaran 10% hingga 13%. Angka tersebut tentu perlu diperhatikan, terutama bagi pembeli rumah dengan tenor panjang.

Meski begitu, bukan berarti membeli rumah di 2026 menjadi keputusan yang buruk. Jika penghasilan stabil dan dana darurat aman, mengambil KPR masih bisa menjadi pilihan. Selain itu, pastikan total cicilan tidak melebihi 30–35% penghasilan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat.

Sebagai strategi, banyak pembeli mulai memilih fixed rate panjang atau skema step up (berjenjang). Dengan cara ini, kenaikan cicilan dapat terasa lebih bertahap.

Kesimpulannya, membeli rumah saat BI Rate 5,5% masih memungkinkan. Akan tetapi, pilihlah skema KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial. Dengan perencanaan yang tepat, risiko kenaikan cicilan dapat lebih terkontrol.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *